Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu

Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu - Hallo sahabat INOVSTUDY | SITUS BELAJAR ONLINE, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel BIN, Artikel RESENSI, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca juga


Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu




Judul : Katak Hendak Jadi Lembu
Penulis : Nur Sutan Iskandar
Tahun terbit : 1935
Penerbit : Balai Pustaka
Kota terbit : Jakarta
Jumlah halaman : 184

     Buku ini berjudul Katak Hendak Menjadi Lembu dan ditulis oleh Nur Sutan Iskandar. Buku setebal 184 halaman ini diterbitkan oleh Balai Pustaka di Jakarta pada tahun1935. Buku ini berisi kisah hidup Suria yang membawa kehancuran bagi keluarganya.
Zakaria merupakan seorang haji kaya.  Ia memiliki anak tunggal bernama Suria. Sejak kecil Suria hidup cukup dan dimanja ayahnya.  Dengan didikan itu, ia justru menjadi anak yang pongah dan sombong. Haji Hasbullah merupakan teman akrab Haji Zakaria. Ia memiliki anak gadis benama Zubaedah. Atas permintaan Zakaria,  Zubaedah dinikahkan dengan Suria. Pernikahan tanpa cinta itu justru membawa mala petaka bagi Zubaedah dan Suria berfoya-foya setelah ayahnya meninggal. Ketika hartanya ludes ia kembali ke Zubaedah yang bekerja sebagai juru tulis di kantor asisten di kabupaten. Gaya kehidupan Suria membawa kehancur-an bagi keluargannya. Hutang dimana-mana, tetapi gaya hidup Suria yang gila hormat itu bagai seorang priyayi yang berpenghasilan tinggi. Pembantu di rumahnya digaji, tapi untuk sekolah anaknya ia masih menunggu kiriman dari orang tua Zubaidah di Tasik.
        Suatu hari ketika Suria di kantornya, ia mendengar tentang lowongan menjadi klerek. Kemudian ia meminta bantuan kepada atasannya dan segera mengirimkan permohonan menjadi klerek. Dan memberitahu Zubaidah bahwa ia akan segera diangkat menjadi klerek. Zubaidah semakin cemas dengan tinkahlaku suaminya yang semakin hari semakin menyombongkan dirinya kepada orang lain karena kabar kenaikan pangkatnya yang belum pasti. Sekarang, hanya Abdulhalimlah yang dapat menyenangkan hati Zubaidah karena kabar diterimanya Abdulhalim menjadi kandidat amtenar di kantor kabupaten Bandung. Dan kemudian Abdulhalim menikah dengan anak jaksa kepala. Dengan gaya hidup sombongnya kemalangan terus menimpa Suria. Ia tidak jadi diangkat menjadi klerek. Bahkan ia gagal untuk menikahi wanita lain, Fatima.            Usaha Zubaidah menasehati suaminya sia-sia.
Karena sakit jantung Zubaidah pun meninggal. Segala upaya telah dilakukan Abdulhalim dan keluaraganya untuk menyembuhkan Ibunya. Usahanya sia-sia. Setelah kematian istrinya, Suria diusir dari rumah Abdulhalim. Tinggalah Suria yang hidup di jalanan setelah kematian istrinya. Ia baru menyadari semua kesalahanya terhadap anak dan istrinya.
Kelebihan buku ini adalah penggambaran peristiwa demi peristiwanya sangat detail dan dapat memberi nilai moral kepada pembacanya. Kekurangan buku ini adalah menggunakan bahasa yang sulit dipahami yang membuat pembacanya kurang faham dengan cerita tersebut.

Buku ini menceritakan kisah hidup Suria yang suka berfoya-foya dan sombong sehingga membawa kehancuran bagi keluarganya. Buku ini layak dibaca karena buku ini memuat pelajaran yang sangat berharga bagi para pembacanya dan isinya sangat menarik.



Sekian dulu untuk artikel Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kalian semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Resensi Buku Katak Hendak Jadi Lembu dengan alamat link http://www.inovstudy.com/2017/12/resensi-buku-katak-hendak-jadi-lembu.html


EmoticonEmoticon